Ekspedisi Sugizaki naek-naek ke puncak gunung (Joke BB21++)
Setelah lelah ngurusin gawe yang ga ada habisnya, akhirnya Sugizaki memutuskan untuk cuti sejenak. Beliau memiliki ide untuk naek gunung , karena merasa bosan dengan gunung kembar dikampungnya yang itu-itu saja.
Setelah musyawaroh dengan Nyonya Sugizaki, akhirnya Nyonya pun setuju untuk merelakan Sugizaki naek-naek ke puncak gunung yang tinggi-tinggi sekali selama 7 hari 7 malam lamanya. Selayaknya istri yang setia, Nyonya pun menyiapkan peralatan suaminya. Carriage berukuran 75 liter kurang ½ ons pun disiapkan untuk membawa peralatan selama naek gunung, satu persatu barang-barang keperluan Sugizaki dimasukkan kedalam rangsel : mantel, baju, celana, kancut, sarung, kethu, sajadah, tasbih, bantal, guling, kasur, kemul, tenda, lap top, HP, senter, kompor, panci, wajan, irus, magic jar, kulkas, TV, kipas angin, dvd, gayung, ember, dsb (dan sebagainya)
Singkat cerita Sugizaki pun berangkat dengan mantap meninggalkan rumah untuk naek “Gunung Weleh-weleh”, Nyonya melepas kepergian Sugizaki dengan linangan air mata. (beberapa menit sebelumnya pas salaman, mata nyonya secara tidak sengaja maupun disengaja ditowel pake jari Sugizaki)
Hari berganti hari dan bulan menjelang menepi, tidak terasa seven days and seven night Sugizaki sudah tidak membelai Nyonya. Dan Nyonya sebagai istri yang baik setia, jujur, taat,tidak suka berbohong, dan rajin menabung masih setia menunggu Sugizaki didepan pintu sembari mengudap dan cekakak-cekikik nonton Film Kartun Kucing Lan Curuth (Tom And Jerry versi Jowo)
Saat asyik-asyiknya nonton Pilm, terdengar suara dari pintu depan…
“Dog...dog…dog… guk..guk…guk….”
Dalam hati Nyonya, siapa itu yang menggedog (mengetuk) pintu larut malam seperti ini, lalu Nyonya memberanikan diri untuk mendekati pintu seraya berkata, “Siapa di depan?”
“Assalamu’alaykum, Bu ne ini aku Sugizaki suamimu,” jawab orang dari luar.
“Wa’alaikumussalam, bener itu Papah? Bukannya Papahku lagi naek gunung Weleh-weleh. Biasanya juga Papah manggil namaku Mamah”.
“Oh iya sorry Mah, aku lupa manggilnya…” jawab suara tersebut
Mamah (maksudnya Nyonya) pun mulai mengenali suara itu, bener suaranya mirip Suaminya “ Kamu Papah atau Buto?” (Mengingat didesa akhir-akhir ini sering diteror sama makhluk jadi-jadian yang lebih dikenal dengan Buto Chaxiel (cakil bacanya) )
“Benar mah ini aku Bojomu, bukan Buto”, jawab suara dari luar.
“Kalau bener sampeyan Bojoku, coba jawab pertanyaan ku ini,
1. Kapan pertama kita jumpa?
2. Kata-kata apa yang Papah gunakan untuk melamarku ?
3. 125.000 + 34.999+77: 5 x 4657+ 8 – 1 +123.094.980-234.999 = berapa?"
Dengan cepat Sugizaki menjawab “Jumpa pertama kita di WC umum, Sayangku, I love you full ayo kawinin aku… jawaban yang nomor 3 mending aku disuruh nguras air laut daripada njawab pertanyaan mu itu”
Nyonya, “Wah ngga salah iki, ini mesthi Papah”.
Seketika itu pintu dibuka..
Maka perjumpaan mengharukan pun terjadi antara kedua suami istri yang saling mencinta.
“Pah cuci muka dulu gih biar ngga kucel”,pinta Nyonyah
Maka Sugizaki pun menuruti permintaan sang istri tercinta, dilain pihak Nyonya pun bersiap menghidangkan makanan untuk dinner bersama..
“Gimana Pah, mau mamam dulu atau langsung sedekah?”
“Udah Mah makasih, aku langsung mau sedekah saja, ga tahan kalau lama-lama”, jawab Sugizaki.
Dalam hitungan detik Sugizaki menggiring Nyonya kedalam kamar dan membaringkannya diatas kasur, tidak kurang dari 5 menit Nyonya mengeluh pada Suaminya…
“Waduh Pah belum sampai 1 bulan kok berat Papah dah nambah puluhan kilo ya?”, heran si Nyonya.
“Masak sih Mah, perasaan badanku biasa saja….,
oh iya sorry do Morry Mah aku lupa ternyata Rangselku dari tadi belum aku copot”, Sugizaki Cengar-cengir seperti monyet kena tulup).
Nyonyah,“ #^&%$&*%*&()&)*)_(_+*&$%$^”
Wah… wah… ternyata Sugizaki langsung tancap gas, tanpa teding aling2….
Pesen dari ane agar kejadian ini ngga ke ulang pada ente semua, makanya periksa barang bawaan sebelum kikuk2 :p
*Semua kejadian dalam cerita ini adalah fiktif belaka, mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tokoh, karakter ataupun peristiwa
Labels:
Cerita Lucu,
fiksi,
humor,
joke,
naik gunung,
Obat Melek
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment